Pembinaan Kesadaran Bela Negara Bagian Upaya Membangun Sistem Pertahanan Negara

Posted: 23 Januari 2009 in bela negara, Pertahanan Negara, Warga Negara

sadar-bela-negaraDirektur Jenderal Potensi Pertahanan Departemen Pertahanan (Dirjen Pothan Dephan) Prof. Dr. Budi Susilo Supandji D.E.A, mengatakan, Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) adalah sebagai bagian dari upaya membangun sistem pertahanan negara. Pembinaan kesadaran bela negara juga merupakan upaya yang strategis dalam rangka menumbuhkan sikap dan prilaku setiap warga negara dalam menunaikan hak dan kewajibannya dalam upaya bela negara.

“Kesadaran bela negara merupakan salah satu elemen yang mendasar dalam menentukan eksistensi negara dan bangsa Indonesia secara historis, baik dimasa lalu, sekarang maupun di masa yang akan datang”, ungkap Dirjen Pothan Dephan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimnis) PKBN bagi Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Partai Politik (Parpol) Tingkat Pusat Tahun Anggaran 2008, Rabu (28/5) di kantor Dephan, Jakarta.

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Ses Ditjen Pothan Dephan Laksma TNI Fadjar Sampurno, Dir. PKBN Ditjen Pothan Dephan Brigjen TNI Bartholomeus, S.IP dan beberapa pejabat eselon II dan III di lingkungan Dephan.

Lebih lanjut Dirjen Pothan mengatakan, Bimnis PKBN bagi Ormas dan Parpol ini dinilai sangat penting sebagai wahana untuk saling bertukar informasi dan menyamakan persepsi dalam upaya menumbuh-kembangkan kesadaran bela negara di kalangan masyarakat.

Para peserta Bimnis PKBN yang merupakan unsur pimpinan di masing-masing organisasi atau partai memiliki peran yang sama dalam menyebarluaskan kesadaran bela negara di lingkungannya. “Ormas dan Parpol sebagai bagian dari civil society yang berperan sebagai penyeimbang pemerintah, memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam melaksanakan pembinaan kesadaran bela negara kepada warga negara lainnya”, tambah Dirjen.

Menurut Dirjen Pothan, keberadaan partai politik memiliki peranan yang strategis sebagai garda depan dalam mengkomunikasikan dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat, sehingga harus diawaki oleh kader-kader pemimpin yang visioner, berkarakter dan memiliki kesadaran moral kebangsaan dan bela negara yang tinggi.

Apabila nilai-nilai bela negara telah menjadi kesadaran setiap warga negara Indonesia, maka keselamatan bangsa dan negara terjaga, kemandirian dan kesejahteraan bangsa dapat terbangun, sehingga bangsa Indonesia mampu mewujudkan kehidupannya sejajar atau sederajat dengan bangsa maju lainnya.

Oleh karena itu, lanjut Dirjen Pothan, melalui kegiatan Bimnis PKBN bagi Ormas dan Parpol ini diharapkan akan lahir kader-kader pembinaan kesadaran bela negara yang memiliki dedikasi tinggi dan mampu berperan aktif dalam menyebarluaskan kesadaran bela negara di lingkungan masing-masing.

Bimnis PKBN bagi Ormas dan Parpol Tingkat Pusat Tahun Anggaran 2008 diikuti sebanyak 65 orang yang berasal dari 18 Ormas dan 10 Partai Politik. Dalam kegiatan Bimnis PKBN ini menghadirkan para penceramah dari Dephan, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah mada (UGM).

Selama mengikuti kegiatan ini, para peserta mendapatkan beberapa materi antara lain tentang kebijakan dan strategi pembinaan potensi pertahanan, tataran dasar bela negara, peran Parpol dan Ormas dalam upaya bela negara, pengembangan kepribadian masyarakat Indonesia dalam rangka menjaga keutuhan NKRI dan komunikasi sosial politik. (BDI/HDY)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s