membangun watak bangsa

Terbaru

Peran Generasi Muda Indonesia Dalam Membangun Kesadaran Bela Negara

Oleh: Graha Permana

Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda Bangsa ini. Kaum Muda Indonesia adalah masa depan Bangsa ini. Karena itu, setiap Generasi Muda Indonesia, baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan faktor-faktor penting yang sangat diandalkan oleh Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan Bangsa.

Pada zaman dahulu sebelum kemerdekaan ditegakkan di negara kita, peranan para mahasiswa dan para Generasi Muda Indonesia sangat penting untuk kemajuan bangsa. Khusunya untuk terselenggaranya kemerdekaan bangsa ini. Bahkan sampai setelah kemerdekaan negara kita dikumandangkan, para Generasi Muda dan para mahasiswa tetap ikut serta dalam memajukan negara. Kepedulian mereka terhadap kondisi negara yang saat itu dalam masa penjajahan sangatlah tinggi demi kemajuan Negara.

Bela negara merupakan sebuah semangat berani berkorban demi tanah air, baik harta bahkan nyawa sekalipun berani dikorbankan demi keutuhan negara kesatuan republik indonesia. Bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan warganegara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan yang dilandasi oleh kecintaan terhadap tanah air serta kesadraan hidup berbangsa dan bernegara (Kaelan & Achmad Zubaidi, 2007). Baca kelanjutan halaman ini »

Rakyat Indonesia Harus Bangga Dengan Bangsa Indonesia

Oleh: Alkhawarizmi

Bangga Budaya Indonesia

Kelestarian Budaya Juga Kewajiban Kita

Kebudayaan Indonesia itu beraneka ragam dan berasal dari berbagai suku di penjuru tanah air Indonesia. Kebudayaan Indonesia walau bermacam-macam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya, seperti kebudayan Tionghoa, kebudayaan India, dan kebudayaan Arab. Seperti kesenian tarian Melayu: Serampang Dua Belas, Joget lambak, Zapin, tari Tanggai yang pada dasarnya dipengaruhi kebudayaan negeri tetangga kita, Malaysia.Ampar-ampar Pisang (kalimantan Selatan), Cik-cik Periuk (kalimantan barat), Ayam Den lapeh (Sumatera Barat), Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung (Jakarta) juga merupakan lagu-lagu daerah. Sesungguhnya banyak sekali kesenian budaya yang diwariskan, tetapi banyak anak muda yang tidak meneruskan warisan leluhur ini, anak muda yang masa bodoh dengan budayanya. Ini sama saja dengan membunuh identitas negara, misalnya mereka lebih memilih musik barat yang lebih populer.

Seperti yang masih hangat dalam ingatan kita, kesenian Reog Ponorogo yang di klaim oleh negara lain yang masih satu rumpun dengan kita, yaitu Malaysia. Setelah malaysia mengklaim kita baru mengakuinya dengan bangga bahwa itu adalah milik kita. Baca kelanjutan halaman ini »

Menyibak Akar Terorisme di Tanah Poso

Oleh: Luki Junizar (www.centroone.com)

Poso adalah sebuah kota yang berada di Sulawesi bagian Tengah, merupakan salah satu wilayah yang dianggap sebagai “Tanah Suci” oleh para teroris. Dan di tanah Poso inilah banyak lahir para Mujahid (pengantin) yang dipersiapkan untuk mereka melakukan jihad.

Meskipun aparat keamanan baik dari Polisi sampai tingkat TNI sudah berulang kali memburu mereka. Tapi tetap saja para teroris ini tumbuh dan berkembang jaringannya setiap saat tanpa ada satupun yang bisa menyentuhnya apalagi sampai memusnahkannya dari bumi Indonesia.

Dan saat ini yang menjadi pertanyaanya adalah kenapa kota Poso yang disinyalir menjadi pusat pelatihan teroris? Lalu apa yang harus dilakukan pemerintah khususnya aparat keamanan untuk memutus mata rantai terorisme di Indonesia?

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan Poso adalah tempat yang strategis bagi para teroris untuk dapat mengembangkan jaringannya karena memiliki latar belakang sejarah pada masa konflik kala itu. Baca kelanjutan halaman ini »

Pasukan SAS Inggris Pernah diKalahkan RPKAD / Cikal bakal Kopassus

Oleh: garudamiliter

Pertempuran antara pasukan khusus Inggris yg diwakili oleh SAS dan pasukan khusus Indonesia yg tentu saja diwakili oleh prajurit dari RPKAD/Kopassus. Setting ceritanya adalah bulan April tahun 1965, ketika Indonesia sedang berkonfrontasi dengan Malingsial. Lokasi pertempuran di desa Mapu, Long Bawan, perbatasan Kalimantan Barat dan Sabah.

Saat itu batalion 2 RPKAD (sekarang Grup 2 Kopassus) baru saja terbentuk. batalion baru ini segera dikirim untuk misi khusus ke kalimantan barat. Mereka mendarat di Pontianak bulan Februari 1965, dan segera setelah itu mereka berjalan kaki menuju posnya di Balai Karangan yang jaraknya puluhan kilometer dari lapangan terbang.

Pos Balai Karangan merupakan pos terdepan TNI yang sebelum kedatangan RPKAD dijaga oleh infanteri dari batalion asal Jatim. Sekitar 1 km di depan pos Balai Karangan adalah pos terdepan tentara Inggris di desa Mapu yang dijaga oleh satu kompi British paratrooper dan beberapa orang SAS. Menyerang pos inilah yang menjadi misi khusus batalion RPKAD. Pos Mapu tersebut sering digunakan sebagai transit bagi personel SAS yang akan menyusup ke wilayah Indonesia. TNI ingin hal ini dihentikan dengan langsung melenyapkan pos tersebut. Baca kelanjutan halaman ini »

Tempo Dipolisikan Terkait Pemberitaan Rekening Budi Gunawan

Oleh: Ging Ginanjar (Wartawan BBC Indonesia)

Sesudah para komisioner KPK, kini pers yang disasar. Majalah Tempo dipolisikan terkait pemberitaan rekening gendut Komjen Budi Gunawan, bekas calon Kapolri yang akhirnya dibatalkan.

Bersamaan itu bekas anggota Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Hussein, juga dipolisikan.
Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) ketua KPK yang baru beberapa hari menjabat, Taufiequrachman Ruki, seorang pensiunan jenderal polisi, menyatakan KPK telah kalah dalam kasus Budi Gunawan dan mengalihkan berkasnya ke Kejaksaan.
Ini membuat lebih dari 100 pegawai KPK melakukan unjuk rasa menjelang masuk kerja, Selasa (3/3). Mereka mendesak KPK tidak tunduk pada tekanan.

Dua komisioner sementara yang dianggap berperan dalam apa yang diyakini sebagian pegawai sebagai ‘pelemahan KPK dari dalam’ dan diyakini sebagai sasaran protes, Plt Ketua Taufiequrachman Ruki dan Indriyanto Seno Adji, hadir. Baca kelanjutan halaman ini »

Cerita Ahok Soal APBD Siluman DKI

Oleh: Muhamad Asari

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan sebutan anggaran siluman dalam APBD DKI 2015 berdasarkan hasil pemaparan yang disampaikan oleh Kepala BPKP Mardiasmo saat diundang ke Balai Kota. Ahok menyampaikan adanya anggaran siluman itu bahkan tercatat sudah terjadi pada 2007 silam.

“Istilah kata anggaran siluman itu bukan dari saya, itu dari pak mardiasmo yang mengatakan itu,” kata Ahok saat menggelar pertemuan dengan Camat dan Lurah se DKI, Rabu (4/3/2015).

Menurut Ahok, BPKP didatangkan oleh Pemda DKI itu memaparkan temuan BPKP mengenai anggaran terhadap APBD DKI. Hingga kemudian dalam temuan-temuan yang dilakukan oleh BPKP terdapat anggaran yang tidak jelas.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan anggaran yang tidak jelas dalam APBD DKI sudah ditemukan beberapa kali dalam penganggarannya. Basuki menambahkan sejak dia bersama Jokowi memegang kendali Jakarta pada 2012 sudah menemukan anggaran yang muncul secara tiba-tiba. Baca kelanjutan halaman ini »

Masihkah KPK Seganas Era Abraham Samad ?

Oleh: Victor Marbun

Kisruh KPK dan POLRI akhirnya mulai mereda, Presiden Jokowi akhirnya melantik tiga pimpinan sementara KPK yakni Taufiequrrachman Ruqi, Johan Budi, dan Indriyanto Seno Adji (Kompas/20/2/2015). Presiden Jokowi sebelumnya juga telah menonaktifkan pimpinan KPK Abraham Samad, dan Bambang Widjojanto akibat menjadi tersangka.

Saya pribadi cukup prihatin melihat nasib Pak Abraham Samad, dan Pak Bambang Widjojanto yang bak petir di siang bolong dijadikan tersangka oleh polisi akibat kesalahan masa lalunya. Terlepas dari itu semua, saya sangat kagum dengan sepak terjang Pak Abraham Samad sebagai pucuk pimpinan KPK. Siapa yang tidak tau beliau, bak seorang Ranger, semua pelaku korupsi kelas kakap disikat habis. Gubernur, menteri, anggota DPR, pengusaha kelas kakap dipaksa masuk ke penjara tanpa ampun! Nama beliau ditakuti oleh setan-setan koruptor yang menggrogoti bangsa ini, oleh karena keganasan beliau. Bayangkan, dalam kurun waktu 2014 uang negara yang diselamatkan KPK mencapai 2,8 Triliun…Ngeri-ngeri sedap besarnya jika meminjam kalimat politisi nan jenaka yang juga sekarang masuk penjara. Angka 2,8 T yang diselamtkan KPK ini jauh melebihi jumlah yang diselamatkan Kepolisian RI yang hanya 67,7 Milyar dan Kejaksaan Agung sebesar 792 Milyar (Detik News, 17/2/2015). Baca kelanjutan halaman ini »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 754 pengikut lainnya.