Oleh: http://www.jawapos.com

Apkasi dan Apeksi Bersatu Pilih Pilkada Langsung

Upaya Koalisi Merah Putih (KMP) yang mendorong pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan DPRD terus mendapat perlawanan. Tidak hanya dari kalangan aktivis dan partai pendukung Jokowi-Jusuf Kalla, para kepala daerah juga gerah atas rencana tersebut.

Para kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintah Kota (Apeksi) Kamis (11/9), berkumpul di Hotel Grand Sahid, Jakarta, untuk merapatkan barisan. Mereka mengadakan rapat koordinasi untuk menyikapi perkembangan politik yang akan menghilangkan peran rakyat dalam memilih pemimpin daerah tersebut.

Mewakili lebih dari 500 kepala daerah, sebanyak 46 bupati, 11 wali kota, 23 wakil bupati, dan 5 wakil wali kota hadir dalam pertemuan tersebut. Ketua Umum Apkasi Isran Noor menyatakan, rapat koordinasi tersebut menghasilkan enam poin. Baca entri selengkapnya »

Kementerian Pertahanan Berharap Modernisasi Alutsista TNI Tetap dilanjutkanOleh: http://strategi-militer.blogspot.com

Di era Presiden Soekarno, kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bertumbuh pesat. Kepandaian Bung Karno dalam menjalankan politik luar negerinya membuat Indonesia banyak mendapat peralatan militer dari negara lain seperti Uni Soviet dan China.

Tak heran, di era pemimpin besar revolusi itu, kekuatan yang dimiliki TNI sangat diperhitungkan negara lain. Saat itu, Bung Karno bahkan pernah mengirimkan kapal selam TNI AL untuk berpatroli di Laut Selatan saat konflik antara Pakistan dan India memanas.

Bung Karno juga meminjamkan sejumlah pesawat tempur Mig-19 AURI kepada Pakistan untuk memperkuat armada udara mereka kala itu. Namun, sejak Bung Karno lengser, armada militer yang dimiliki TNI tak bertambah, bahkan cenderung menurun.

Hal itu berakibat pada menurunnya kekuatan TNI jika dibandingkan negara lain. Baca entri selengkapnya »

Oleh: Intsiawati Ayus

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) langsung sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi masyarakat. Sejak dulu bahkan sudah ratusan tahun masyarakat telah dihadapkan pada pemilihan kepala desa yang dipilih secara langsung. Desa merupakan perangkat pemerintahan terkecil dalam melaksanakan proses demokrasi. Dengan konteks yang sama dan lingkup yang berbeda, masyarakat kini dihadapkan dengan pilkada langsung yang tentunya dengan pelaksanaan yang lebih kompleks.

Pilkada langsung yang telah digelar secara serentak dimulai pada Juni 2005 mempunyai lima pertimbangan (Kompas, 22 Februari 2005). Pertama, untuk menjawab aspirasi rakyat karena Pilpres, DPR, DPD dan kepala desa juga dipilih secara langsung. Kedua, merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945 pasal 18 ayat 4 dan diatur dalam UU No. 32 tahun 2004 yang menggantikan UU No. 22/1999 tentang Otonomi Daerah. Ketiga, sebagai sarana pembelajaran demokrasi dan politik rakyat. Keempat, sarana untuk memperkuat otonomi daerah dan tempat menguji komitmen pemimpin lokal untuk mewujudkan tujuan otonomi daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kelima, sebagai sarana dan proses kaderisasi kepemimpinan nasional. Baca entri selengkapnya »

Oleh: http://satrialelucon.blogspot.com

Marthen Indey dilahirkan di Doromena, Jayapura pada tanggal 16 Maret 1912. Sebelumnya, pria yang akrab disapa Marthen ini merupakan polisi Belanda yang kemudian berbalik mendukung Indonesia setelah bertemu dengan beberapa tahanan politik yang diasingkan di Digul, salah satunya adalah Sugoro Atmoprasojo. Saat itu, ia bertugas untuk menjaga para tahanan politik yang secara tidak langsung berhasil menumbuhkan jiwa nasionalismenya dalam pertempuran melawan penjajah.

Jiwa nasionalisme Marthen memang tumbuh sangat kuat, namun beberapa upaya yang direncanakan olehnya dan puluhan anak buahnya dalam menangkap aparat pemerintah Belanda berulang kali gagal. Perjuangan Marthen dalam membela tanah kelahirannya sempat gagal beberapa kali, namun hal itu tidak menyurutkan niat dan semangat juang pria lulusan Sekolah Polisi di Sukabumi, Jawa Barat ini menyerah dan tunduk pada musuh begitu saja.
Pada tahun 1944, sekembalinya dari pengungsian di Australia selama tiga tahun, Marthen ditunjuk sekutu untuk melatih anggota Batalyon Papua yang nantinya akan difungsikan sebagai tentara pelawan Jepang. Baca entri selengkapnya »

Oleh: http://indoline-indonesia.com

Ahok pasangan Jokowi adalah pejabat Indonesia masa kini yang sangat berani, tegas dan sering dianggap kontroversial. Bahkan Anugerah Seputar Indonesia (ASI) 2013 memberikan beliau gelar Tokoh Kontroversial. Selain Jokowi ternyata Ahok menyita perhatian masyarakat Indonesia. Nama Jokowi dan Ahok saat ini selalu menyita porsi di tempat utama media di Indonesia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dikenal sering berbicara blak-blakan. Dia juga kerap mengeluarkan pernyataan yang mengundang kontroversi. Kata-kata ‘keras’ tak hanya ia lontarkan saat mengomentari pihak yang menentang kebijakannya, tapi juga terhadap kinerja legislatif selaku mitra kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam acara Anugerah Seputar Indonesia (ASI) 2013 ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendapatkan penghargaan Tokoh Seputar Indonesia 2013. Sementara wakilnya, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menyabet gelar Tokoh Kontroversial. Pernah sebagian rakyat Jakarta memprotes Ahok pernah mengeluarkan istilah ‘komunis’, ‘preman’, ‘mafia’, ‘pemberontak’ yang dinilai tidak berdasar dalam menghadapi persoalan di Tanah Abang dan Fatmawati. Baca entri selengkapnya »

Oleh: http://prasetya.ub.ac.id

Semakin berkembangnya pengaruh negative dari dunia luar dan kurangnya masyarakat Indonesia akan potensi, letak geografis dan sejarah akan bangsa ini membuat ketahanan nasional negeri ini terkikis sedikit demi sedikit. Oleh karenannya Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar Kuliah Tamu dan MoU dengan Universitas Brawijaya.

Rektor UB Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito bersama jajarannya pada hari Senin (9/6) di Gedung Widyaloka menerima kunjungan dari Gubernur Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A. dengan didampingi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Laksma TNI E. Estu Prabowo, M. Sc. dan Kepala Biro Kerjasama Brigjen TNI Sudibyo, S.E.

Kunjungan ke kampus UB ini, merupakan salah satu upaya Lemhannas RI untuk mencapai visi menjadi lembaga nasional yang bertaraf internasional dimana perluasan kerjasama, (termasuk dengan UB) dapat semakin diperluas, tidak hanya dalam lingkup nasional, tetapi dalam lingkup global. Baca entri selengkapnya »

Profil dan Biografi Jokowi - Ir. H. Joko Widodo

Oleh: NN

Masa kecil Jokowi bukanlah orang yang berkecukupan, bukanlah orang kaya. Ia anak tukang kayu, nama bapaknya Noto Mihardjo, hidupnya amat prihatin, dia besar di sekitar Bantaran Sungai. Ia tau bagaimana menjadi orang miskin dalam artian yang sebenarnya.

Bapaknya penjual kayu di pinggir jalan, sering juga menggotong kayu gergajian. Ia sering ke pasar, pasar tradisional dan berdagang apa saja waktu kecil. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pedagang dikejar-kejar aparat, diusiri tanpa rasa kemanusiaan, pedagang ketakutan untuk berdagang. Ia prihatin, ia merasa sedih kenapa kota tak ramah pada manusia.

Sewaktu SD ia berdagang apa saja untuk dikumpulkan biaya sekolah, ia mandiri sejak kecil tak ingin menyusahkan bapaknya yang tukang kayu itu. Baca entri selengkapnya »