Profil dan Biografi Jokowi - Ir. H. Joko Widodo

Oleh: NN

Masa kecil Jokowi bukanlah orang yang berkecukupan, bukanlah orang kaya. Ia anak tukang kayu, nama bapaknya Noto Mihardjo, hidupnya amat prihatin, dia besar di sekitar Bantaran Sungai. Ia tau bagaimana menjadi orang miskin dalam artian yang sebenarnya.

Bapaknya penjual kayu di pinggir jalan, sering juga menggotong kayu gergajian. Ia sering ke pasar, pasar tradisional dan berdagang apa saja waktu kecil. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pedagang dikejar-kejar aparat, diusiri tanpa rasa kemanusiaan, pedagang ketakutan untuk berdagang. Ia prihatin, ia merasa sedih kenapa kota tak ramah pada manusia.

Sewaktu SD ia berdagang apa saja untuk dikumpulkan biaya sekolah, ia mandiri sejak kecil tak ingin menyusahkan bapaknya yang tukang kayu itu. Baca entri selengkapnya »

Oleh: proweb.co.id

Menjadi pemimpin yang baik bukanlah mudah. Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang keras, yang suka marah dan yang ditakuti. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memimpin pengikutnya mencapai suatu tujuan tertentu.

Pemimpin yang baik harus mempunyai karakter sebagai berikut

1. Mempunyai karisma
Pemimpin yang mempunyai karisma akan memudahkan mengarahkan staf atau pengikutnya. Pemimpin yang tidak berkarisma akan kesulitan mengarahkan staf atau pengikutnya. Baca entri selengkapnya »

http://belanegarari.files.wordpress.com/2014/08/c1a80-rigid-hull-inflatable-boat-rhib-633.jpg?w=171&h=117Oleh: Y Aris Setiawan

Tentu kita masih ingat konflik antara Indonesia – Malaysia di blok Ambalat beberapa tahun yang lalu dimana kapal – kapal perang Malaysia sering di ketahui keluar masuk perbatasan Indonesia dengan sesekali melakukan manuver tajam ke beberapa kapal perang TNI yang saat itu sedang menjaga di perbatasan ambalat.

Untuk menunjukkan bahwa wilayah tersebut adalah milik kedaulatan Indonesia maka di buatlah mercusuar tepatnya di perairan karang unarang. Wilayah tersebut di jaga oleh lima prajurit TNI matra laut dari korps Komando Pasukan Katak (Kopaska) bersenjata dengan sebuah speedboat jenis stinger sebagai alat transportasi. Baca entri selengkapnya »

Oleh: tempo.co

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan TNI akan segera membangun instalasi militer di Tanjung Datuk, Sambas, Kalimantan Barat. “Itu karena memang di sana tidak ada pangkalan militer,” katanya di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu, 28 Mei 2014.

Menurut Moeldoko, rencana ini muncul juga atas dorongan masyarakat setempat yang disampaikan lewat Gubernur Kalimantan Barat dan Bupati Sambas pertahanan militer di perbatasan semakin kuat. “Pemerintah daerah bersepakat menyiapkan lahan untuk kepentingan militer,” ujar Moeldoko.

TNI akan membangun pangkalan TNI Angkatan Laut di sana. Untuk Angkatan Udara, TNI akan merenovasi landasan udara yang sebelumnya hanya sepanjang 750 meter menjadi 2.000-2.500 meter. Baca entri selengkapnya »

Oleh: Liputan6.com

Asisten Operasi (Asops) KSAU Marsekal Muda Sudipo Handoyo mengungkapkan, jika dilihat dari udara, Kabupaten Sambas, Kecamatan Paloh, Provinsi Kalimantan Barat, ini memiliki wilayah yang strategis untuk pertahanan keamanan, baik udara, laut dan darat.

Menurut dia, ke depan harus ada penerbang pesawat tempur dari Paloh. Ia yakin, dengan berdirinya 3 pangkalan Militer di Kecamatan Paloh, lanjut dia, tidak saja mendukung pertahanan keamanan, tentunya akan membantu peningkatan ekonomi masyarakat. Sebab, 3 pangkalan ini sangat sinergis, Darat, Laut dan Udara.

“Bandara Liku merupakan Landasan Udara (Lanud) tipe III C. Baca entri selengkapnya »

Berjiwa Besar

Posted: 9 Agustus 2014 in Berjiwa Besar, Ikhlas, Pemimpin
Tag:

Oleh: Alhuzairin

Orang yang berjiwa besar adalah orang yang selalu berusaha melepaskan pikiran-pikiran negatif yang melingkupi jiwanya.

Dalam perjalanan hidup manusia tak akan pernah luput dari kekalahan dan kemenangan. Untuk menghadapi fenomena menang-kalah dalam kehidupan kita harus memiliki perangkat hati yang disebut dengan Jiwa besar. Orang yang berjiwa besar adalah orang-orang yang selalu berusaha melepaskan pikiran-pikiran negatif yang melingkupi jiwanya, tidak melihat semua dengan ukuran hawa nafsunya. Ketika dia bisa melewati ikatan-ikatan tersebut, maka dia bisa berhubungan dengan orang, siap menerima kesalahan, kekurangan, dan kelemahan yang muncul dari orang lain. Baca entri selengkapnya »

Oleh: Minami

Prolog

Saat ini, menemukan sosok pejabat negara yang jauh dari isu suap, wanita, dan kekuasaan, bagaikan mencari jarum dalam jerami, susahnya bukan main. Setiap kita mendengar pemberitaan mereka di media massa, isinya berputar-putar pada masalah skandal seks, skandal korupsi, konsumsi obat terlarang, dan skandal-skandal memalukan lainnya. Terbaru, adalah beredarnya foto-foto mesra pasangan bupati dan wakil bupati Pekalongan. Saya yakin di kompasiana sudah ada yang mempublikasikan kisahnya.

Namun, di balik itu semua, masih ada secercah harapan dan teladan bagi semua pejabat yang mengemban amanah rakyat. Seandainya mereka sadar bahwa jabatan hanya titipan sementara yang suatu saat akan diambil pemiliknya, kemudian memahami bahwa itu adalah amanah yang amat berat yang akan diminta pertanggungjawaban kelak, saya kira tidak akan ada pejabat negara yang tersandung skandal-skandal memalukan tersebut. Baca entri selengkapnya »