Kisah 3 Pejabat Indonesia Terjujur

Oleh: Minami

Prolog

Saat ini, menemukan sosok pejabat negara yang jauh dari isu suap, wanita, dan kekuasaan, bagaikan mencari jarum dalam jerami, susahnya bukan main. Setiap kita mendengar pemberitaan mereka di media massa, isinya berputar-putar pada masalah skandal seks, skandal korupsi, konsumsi obat terlarang, dan skandal-skandal memalukan lainnya. Terbaru, adalah beredarnya foto-foto mesra pasangan bupati dan wakil bupati Pekalongan. Saya yakin di kompasiana sudah ada yang mempublikasikan kisahnya.

Namun, di balik itu semua, masih ada secercah harapan dan teladan bagi semua pejabat yang mengemban amanah rakyat. Seandainya mereka sadar bahwa jabatan hanya titipan sementara yang suatu saat akan diambil pemiliknya, kemudian memahami bahwa itu adalah amanah yang amat berat yang akan diminta pertanggungjawaban kelak, saya kira tidak akan ada pejabat negara yang tersandung skandal-skandal memalukan tersebut. Baca lebih lanjut

Biografi Hoegeng – Polisi Paling Jujur Di Indonesia

Biografi HoegengOleh: http://kolom-biografi.blogspot.com

Hoegeng Imam Santoso merupakan putra sulung dari pasangan Soekario Kario Hatmodjo dan Oemi Kalsoem. Beliau lahir pada 14 Oktober 1921 di Kota Pekalongan. Meskipun berasal dari keluarga Priyayi (ayahnya merupakan pegawai atau amtenaar Pemerintah Hindia Belanda), namun perilaku Hoegeng kecil sama sekali tidak menunjukkan kesombongan, bahkan ia banyak bergaul dengan anak-anak dari lingkungan biasa. Hoegeng sama sekali tidak pernah mempermasalahkan ningrat atau tidaknya seseorang dalam bergaul. Masa kecil Hoegeng diwarnai dengan kehidupan yang sederhana karena ayah Hoegeng tidak memiliki rumah dan tanah pribadi, karena itu ia seringkali berpindah-pindah rumah kontrakan.

Hoegeng kecil juga dididik dalam keluarga yang menekankan kedisiplinan dalam segala hal. Hoegeng mengenyam pendidikan dasarnya pada usia enam tahun pada tahun 1927 di Hollandsch Inlandsche School (HIS). Tamat dari HIS pada tahun 1934, ia memasuki Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), yaitu pendidikan menengah setingkat SMP di Pekalongan. Baca lebih lanjut

RI Negara Paling Demokratis di Asia Tenggara

Oleh: http://www.pelita.or.id

India Puji Pemilu Indonesia
RI Negara Paling Demokratis di Asia Tenggara

Sebagai negara yang sama-sama menganut demokrasi dengan jumlah pemilih yang besar dan mempunyai keragaman penduduk, Dubes India untuk Indonesia Biren Nanda menilai, Indonesia telah berhasil menyelenggarakan Pemilu yang demokratis, meski terdapat kekurangan di sana-sini.

Indonesia adalah negara paling domokratis di Asia Tenggara, dibanding dengan negara-negara tetangganya, demokrasi Indonesia jauh lebih maju, ujar Dubes India Biren Nanda

Munculnya protes dari dari beberapa partai peserta Pemilu atas penyelenggaraan Pemilu di sebuah negara demokratis sangat wajar. Hampir setiap penyelenggaraan Pemilu selesai dilaksanakan pasti terdapat protes, kata Nanda saat menerima kunjungan Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Harian Pelita dr Sulastomo, di kediamannya. Baca lebih lanjut

Beli Tank Leopard, BJ Habibie Bilang Pakai Dong Otaknya

Oleh: http://www.suarapembaruan.com

Perdebatan soal pembelian Tank Leopard, mengingatkan kita akan kritik keras mantan Presiden BJ Habibie, yang dengan tegas menolak kehadiran tank bekas buatan Jerman itu.

“Saya dapat masukan sekitar Oktober ini, kita impor Leopard. Leopard itu untuk di padang pasir, bukan negara maritim seperti Indonesia,” kata Habibie dalam penutupan acara diskusi bertajuk “Uji Publik Capres 2014: Mencari Pemimpin Muda Berkualitas”, di Jakarta, Rabu (26/3).

“Sekarang mereka (negara-negara Eropa), cari orang yang mau bayar besi tua. Pakai dong otaknya,” ujar Habibie.

Dia menyatakan, Indonesia harus mampu mengembangkan sistem persenjataan sesuai skenario perang dalam negeri. “Jangan alasannya (beli Leopard) mumpung murah,” tegasnya. Baca lebih lanjut

Biografi Pahlawan Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Oleh: http://www.pahlawanindonesia.com

Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli R.M. Suwardi Suryaningrat. Beliau berasal dan keluarga keturunan Keraton Yogyakarta. Beliau mengganti namanya tanpa gelar bangsawan agar dapat lebih dekat dengan rakyat. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau belajar di STOVIA, tetapi tidak menamatkannya karena sakit. BeIiau kemudian bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain De Express, Utusan Hindia,dan Kaum Muda. Sebagai penulis yang handal, tulisannya mampu membangkitkan semangat antikolonialisme rakyat Indonesia.

Ki Hajar Dewantara juga aktif di bidang politik dengan bergabung ke dalam Budi Utomo, lalu mendirikan Indische Partij sebagai partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia pada tanggai 25 Desember 1912 bersama kedua rekannya, Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangunkusumo . Ki Hajar Dewantara juga ikut membidani terbentuknya Komite Bumiputra di tahun 1913 sebagai bentuk protes terhadap rencana Belanda memeringati kemerdekaannyaa dan Perancis. Baca lebih lanjut

Jet Tempur Eurofighter Typhoon TNI AU Akan Tiba 2015

http://belanegarari.files.wordpress.com/2014/06/64e96-eurofightertyphoonjet.jpg?w=170&h=138Oleh: http://berita-hankam.blogspot.com

Eurofighter Typhoon memiliki moncong yang lebih besar, untuk memberi ruang bagi radar AESA yang lebih besar. (photo: Eurofighter)

Jika tidak ada aral melintang, jet tempur Eurofighter Typhoon TNI AU akan tiba tahun depan, untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia. Jet tempur Eurofighter Typhoon dengan nilai kontrak 1,5 Miliar USD ini akan datang bertahap, untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger TNI AU.

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Pepatah itu digunakan pemerintah Indonesia dalam strategi pengadaan dan penguatan alutsista.

Menurut sumber JakartaGreater.com, dengan pembelian jet tempur Eurofighter Typhoon ini, PT DI akan mendapatkan pengembangan: airframe, avionics (include multi mode mission radar yang akan dikembangkan PT LEN. Kemampuan PT LEN akan terus meningkat. Saat ini PT LEN sudah mengembangkan medium range radar 2D dan juga ada co-produksi radar 3D. Baca lebih lanjut

Kemajuan Teknologi Senjata Serbu Bawah Air

Oleh: http://mabeshankam.blogspot.com

Perkembangan teknologi mengakibatkan berlanjutnya perubahan dimensi suatu konsepsi pertempuran, baik ditinjau dari segi sasaran, ruang maupun waktu.
Kemajuan teknologi yang berkembang meskipun memiliki keuntungan-keuntungan teknis, namun tidaklah dengan sendirinya dapat menjamin keberhasilan dalam melaksanakan tugas operasi tanpa suatu latihan secara berkesinambungan.
Untuk meningkatkan kemampuan personil dalam menguasai medan pertempuran bawah air, prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), Pasukan Intai Amphibi (Taifib) TNI AL serta pasukan khusus dilingkup TNI AD dan TNI AU yang bergerak sebagai penyelam (combat diver) membutuhkan kelengkapan Senjata Serbu Bawah Air (SSBA). Baca lebih lanjut