Oleh: nusantara-fighter.blogspot.com/

Wartawan Tempo Ali Anwar pernah mewawancarai sosok misterius Kapten Lukas Kustario pada 1992.

BOLA mata Brigadir Jenderal Purnawirawan Lukas Kustario yang bulat itu berkaca-kaca tatkala saya pada 1992 meminta dia menjelaskan posisi dirinya dalam peristiwa pembantaian terhadap 431 penduduk oleh tentara Belanda di Rawa Gede, Karawang, pada 9 Desember 1947.

Lelaki gempal yang saat tragedi tak berperikemanusiaan itu menjabat sebagai Komandan Kompi I Batalion I Divisi Siliwangi di Karawang, langsung menengadahkan wajahnya ke langit-langit rumahnya yang sederhana di Jalan Gadog I, Cipanas Cianjur, Jawa Barat.

Saya tahu, Lukas yang usianya sudah mencapai 72 tahun saat itu, mencoba membendung air matanya, supaya dianggap tetap tegar, tidak mau dianggap cengeng di mata anak muda. Baca entri selengkapnya »


jokowi dilantikOleh: Admin

Berikut isi pidato pertama Jokowi sebagai Presiden RI ke-7:

PIDATO
“DI BAWAH KEHENDAK RAKYAT DAN KONSTITUSI”

JAKARTA, 20 OKTOBER 2014

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya

Yang saya hormati, pimpinan dan seluruh anggota MPR
Yang saya hormati, Wakil Presiden
Yang saya hormati, Bapak BJ Habibie, Presiden ketiga RI
Yang saya hormati, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima RI
Yang saya hormati, Bapak Try Sutrisno, Wakil Presiden keenam RI
Yang saya hormati, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden Kesembilan RI
Yang saya hormati, Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Indonesia keenam
Yang saya hormati, Boediono, Wakil Presiden kesebelas RI
Yang saya hormati, Ibu SInta Nuriyah Wahid
Yang saya hormati, rekan dan sahabat baik saya, Prabowo Subianto dan
Hatta Rajasa Baca entri selengkapnya »

Oleh: Slamet Dunia Akhirat

Tentu semua rakyat Indonesia masih ingat peristiwa 5 tahun dan 10 tahun yang lalu (kecuali yang lupa atau pura-pura lupa), ketika rakyat indonesia bersuka cita menyaksikan dan merayakan pelantikan presiden indonesia yang baru yaitu bapak SBY. Pelantikan presiden yang sakral dan meriah di gedung DPR/MPR itu sedikit ada yang kurang karena tidak nampaknya mantan presiden sebelumnya, yaitu Ibu Megawati. Pada 2009 adalah kedua kalinya Ibu Mega tidak menghadiri pelantikan SBY sebagai presiden. Hal seperti itu sudah pernah dilakukannya yaitu tahun 2004 silam.

Pada waktu itu banyak pihak yang menilai bahwa ketidak hadiran Megawati adalah karena ketidak legowoannya beliau menyikapi kekalahan pilpres oleh SBY.

Dan kembali pada masa kini, sebentar lagi yaitu tepatnya tanggal 20 oktober 2014 kembali rakyat Insonesia akan bersuka cita menyaksikan pelantikan presiden baru, presiden yang sangat diharapkan oleh semua rakyat bisa membawa bangsa ini lebih baik dari sebelumnya. Presiden bara yang sangat bersahaja, merakyat dan sederhana inilah yang diharapkan akan membikin perubahan bangsa Indonesia dengan revolusi mentalnya. Walaupun sesekali beliau pernah berbuat salah, plinplan dan ingkar janji itu adalah suatu hal yang wajar dan manusiawi. Baca entri selengkapnya »

1381455974361173358Oleh: Mabruri Sirampog

Menilik sejarah perjuangan bangsa ini, kita akan bertemu generasi 1900-an yang mempelopori kebangkitan nasional dengan terbentuknya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai organisasi yang bisa dikatakan sebagai titik awal terbentuknya organisasi yang bersifat nasional. Dilanjutkan dengan perjuangan generasi 1928 yang berhasil mempelopori persatuan nasional melalui Sumpah Pemuda. Dari dua peristiwa penting itu, maka terwujudlah kemerdekaan pada tahun 1945.

Dua peristiwa besar pada tahun 1908 dan 1928, yang merupakan akar dari semangat perjuangan menuju gerbang kemerdekaan, keduanya muncul karena adanya rasa kebersamaan, semangat persatuan dan kesatuan, tak memandang suku, ras, etnis, semuanya merasa memiliki satu cita-cita yaitu memperjuangkan terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Jadi bisa dikatakan bahwa, kemerdekaan yang telah dicapai oleh bangsa ini pada waktu itu, adalah karena semangat persatuan dan kesatuan dari seluruh masyarakat bangsa ini. Dari berbagai macam ras, suku, golongan, etnik, agama, semuanya bersatu, terhimpun dalam satu kekuatan demi tercapainya kemerdekaan bangsa Indonesia. Peristiwa besar tahun 1908, telah melahirkan semangat nasionalisme yang begitu besar. Baca entri selengkapnya »

Warga menikmati keindahan alam di sekitar Fiainemo, Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (14/6). Keindahan alam baik permukaan dan bawah laut di lokasi itu mejadi tujuan wisata turis manca negara. ANTARA FOTO/Saptono/Spt/Oleh: Adesolografi

Artikel ini memberikan gambaran umum obyek wisata Raja Ampat, Papua, hotel dan penginapan terdekat, daya tarik utama untuk wisatawan yang terkenal di lokasi wisata itu, tempat belanja, tempat kuliner, tips perjalanan selama berada di Papua umumnya dan di obyek wisata Raja Ampat pada khususnya.

Tinjauan

Raungan mesin kapal kayu akhirnya berhenti dan perahu mulai merapat. Tak ada yang terdengar kecuali ombak kecil yang mendera sisi kapal dan perlahan-lahan melepaskannya. Burung-burung beterbangan dari ujung pohon kecil di salah satu pulau tak berpenghuni dan terpencil.

Raja Ampat atau ‘Empat Raja’ adalah nama yang diberikan untuk pulau-pulau ini. Sebuah nama yang berasal dari mitos lokal. Empat pulau utama yang dimaksud itu adalah Waigeo, Salawati, Batanta, Misool yang merupakan penghasil lukisan batu kuno.

Pecinta wisata bawah laut dari seluruh dunia datang ke Raja Ampat untuk menikmati pemandangan bawah laut terbaik di dunia yang mengagumkan. Baca entri selengkapnya »

Oleh: http://www.jawapos.com

Apkasi dan Apeksi Bersatu Pilih Pilkada Langsung

Upaya Koalisi Merah Putih (KMP) yang mendorong pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan DPRD terus mendapat perlawanan. Tidak hanya dari kalangan aktivis dan partai pendukung Jokowi-Jusuf Kalla, para kepala daerah juga gerah atas rencana tersebut.

Para kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintah Kota (Apeksi) Kamis (11/9), berkumpul di Hotel Grand Sahid, Jakarta, untuk merapatkan barisan. Mereka mengadakan rapat koordinasi untuk menyikapi perkembangan politik yang akan menghilangkan peran rakyat dalam memilih pemimpin daerah tersebut.

Mewakili lebih dari 500 kepala daerah, sebanyak 46 bupati, 11 wali kota, 23 wakil bupati, dan 5 wakil wali kota hadir dalam pertemuan tersebut. Ketua Umum Apkasi Isran Noor menyatakan, rapat koordinasi tersebut menghasilkan enam poin. Baca entri selengkapnya »

Kementerian Pertahanan Berharap Modernisasi Alutsista TNI Tetap dilanjutkanOleh: http://strategi-militer.blogspot.com

Di era Presiden Soekarno, kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bertumbuh pesat. Kepandaian Bung Karno dalam menjalankan politik luar negerinya membuat Indonesia banyak mendapat peralatan militer dari negara lain seperti Uni Soviet dan China.

Tak heran, di era pemimpin besar revolusi itu, kekuatan yang dimiliki TNI sangat diperhitungkan negara lain. Saat itu, Bung Karno bahkan pernah mengirimkan kapal selam TNI AL untuk berpatroli di Laut Selatan saat konflik antara Pakistan dan India memanas.

Bung Karno juga meminjamkan sejumlah pesawat tempur Mig-19 AURI kepada Pakistan untuk memperkuat armada udara mereka kala itu. Namun, sejak Bung Karno lengser, armada militer yang dimiliki TNI tak bertambah, bahkan cenderung menurun.

Hal itu berakibat pada menurunnya kekuatan TNI jika dibandingkan negara lain. Baca entri selengkapnya »